Thursday, October 24, 2013

Fear

Beberapa waktu yang lalu, gw sempet liat iklan di youtube, iklan pertama yang gw tonton sampe abis, karena emang jalan ceritanya tampak menarik.
Kurang lebih ceritanya kayak gini:
Di suatu daerah di Thailand, ada seorang anak yang hanya tinggal bersama ibunya. Mereka, hidup dibawah garis kemiskinan, dan berdua saling membantu untuk mencari nafkah guna makan sehari2. Hingga pada suatu ketika, ibu dari anak tersebut jatuh sakit.
Melihat sang ibu sakit2an hingga tidak mampu beraktifitas seperti biasa, sang anak bertekad ingin membelikan obat untuk ibundanya, hanya saja uang yang dimiliki tidak cukup untuk membeli obat.
Seperti kebanyakan anak pada usianya, sang anak mencari cara termudah untuk bisa mendapatkan obat. Dan karena keterbatasannya sang anak memilih untuk mencuri obat dari apotik yang berada di daerah dimana sang anak tersebut mencari nafkah.
Namun sialnya, sang anak tertangkap tangan ketika sedang mencuri obat2an untuk ibunya, hingga dia dipukuli oleh pemilik toko obat dan beberapa warga yang kebetulan ada di toko tersebut.
Tidak jauh dari tempat anak tersebut dipukuli, seorang penjual mie melihat kejadian tersebut dari tokonya, dan kemudian datang untuk membantu sang anak tersebut dengan menghentikan pengeroyokan dan membayar obat yang dicuri sang anak. Sang penjual mie tersebut kemudian mengajak sang anak ke tokonya, dan setelah mengetahui maksud sang anak mencuri obat, penjual mie tersebut membungkuskan makanan untuk sang anak dan ibunya yang sedang sakit.

Thursday, August 22, 2013

Test Keperawanan.. Kenapa Nggak?

Baru2 ini muncul sebuah wacana yang membuat panas publik, terutama para perempuan: test keperawanan. Berbagai kritik hingga makian dilontarkan kepada para pencetus wacana tersebut. Namun entah kenapa, kali ini gw agak2 enggan ngikutin perkembangan berita tersebut. Selain karena isu seperti ini pernah dilontarkan dahulu, namun juga karena, buat gw, nampak seperti ada kabut manis tipis yang menutupi tujuan akhir dari isu tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama, pemilu sudah dekat. Kurang dari setahun kita akan berhadapan lagi dengan perhelatan besar 5 tahunan bangsa Indonesia. Berbagai isu seringkali dilemparkan ke publik menjelang pemilu berlangsung demi mengangkat suara partai maupun individu. Buat gw, tes keperawanan ini sangat ideal sekali untuk mengangkat suara partai maupun perorangan. Karena test semacam ini pasti akan menimbulkan reaksi yang sangat keras dari berbagai kalangan. Apalagi dengan tidak dapat dilakukannya test keperjakaan. Cocok!

Namun, katakanlah test keperawanan memang berhasil masuk undang2 dan dilaksanakan. Buat gw pribadi, boleh2 aja dilakukan. Kenapa nggak? Gender? Melanggar HAM?

Tuesday, August 20, 2013

Anemia Aplastik

Anemia Aplastic, adalah sebuah nama penyakit yang belum pernah gw denger sebelumnya, sampe akhirnya ada tante gw yang meninggal karena penyakit tersebut.

Anemia aplastic adalah penyakit yang disebabkan karena gagalnya sumsum tulang belakang memproduksi sel darah baru. Kegagalan produksi ini antara lain disebabkan oleh virus, paparan bahan kimia, radiasi. Bisa juga terjadi karena pemakaian obat2an dalam jangka waktu yang lama.
Kegagalan produksi sel darah baru ini bukan hanya terjadi pada sel darah merah saja, namun juga terjadi pada sel darah putih dan platelet. Ibarat kata, ini bisa disebut sebagai salah satu serangan sapu jagad terhadap tubuh.

Ketika sumsum tulang belakang gagal memperbaharui sel darah merah yang semestinya diperbaharui setiap 120 hari sekali, maka kadar hemoglobin dalam darah akan menurun drastis, padahal hemoglobin sendiri berfungsi sebagai carrier oksigen dalam darah, sehingga menyebabkan penyakit anemia. Kemudian, sumsum tulang belakang pun gagal memproduksi sel darah putih yang semestinya diperbaharui setiap hari sekali. Padahal, sel darah putih bertanggung  jawab penuh terhadap system imunitas tubuh. Dan kegagalan produksi masih belum berenti sampai disitu. Platelet, yang berfungsi membantu penyembuhan luka dan mencegah pendarahan dengan membentuk gumpalan darah, gagal diperbaharui, padahal semestinya diperbaharui setiap 6 hari sekali. Kondisi ini disebut sebagai pancytopenia, keadaan yang tante gw alamin selama 3 bulan sebelum akhirnya beliau meninggal dunia.

Saking kacaunya sirkulasi darah yang terjadi pada penderita anemia aplastic, ketika jantung berhenti, tidak dianjurkan untuk melakukan CPR, karena bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah.


Anemia Aplastik, termasuk salah satu penyakit yang mengerikan buat gw. Nggak menular n nggak menurun (kata dokter). Namun memungkinkan untuk disembuhkan dengan cara transfusi darah rutin, dan transplantasi sumsum tulang.

Thursday, July 25, 2013

Mau Jakarta Bebas Macet?

Kena macet di Jakarta itu bukan hal yang aneh lagi. Bisa dibilang, bukan Jakarta namanya kalo gak macet. Setiap hari, hampir semua pengguna jalanan di Jakarta mengeluhkan kemacetan yang harus dihadapi.
Kemacetan lebih banyak terjadi akibat penyempitan ruas jalan, yang tadinya 4 jalur kemudian menjadi 2 jalur, yang tadinya 2 jalur menjadi 1 jalur. Penyempitan ini menyebabkan efek leher botol. Biasanya orang2 banyak menyalahkan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan jumlah jalanan yang sudah ada. Yang pada akhirnya mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk terus melakukan pengembangan, seperti membangun jalur2 baru dalam bentuk flyover maupun underpass, menyiapkan alat transportasi masal yang layak, dan juga membuat peraturan2 seperti 3 in 1, ganjil genap (yang entah kapan realisasinya) dll.

Saturday, July 13, 2013

Napi Makin Bertambah, Indonesia Butuh Lapas Baru. (??)

Napi Makin Bertambah, Indonesia Butuh Lapas Baru.
Demikian adalah judul berita yang dirilis Viva News melalui akun twitternya, @vivanews. Dari kemaren, berita mengenai Lapas yang tidak layak, hingga anggaran yang akan digelontorkan pemerintah untuk pembangungan maupun perbaikan fasilitas lapas, beredar dengan semarak setelah kejadian kerusuhan yang terjadi di Lapas Tanjung Gusta, Medan. Bahkan , bapak presiden kita, SBY pun mengatakan akan memberikan dana yang lebih apabila dana yang sudah dianggarkan saat ini –sekitar Rp. 100M- dianggap tidak mencukupi.
Menurut gw, Indonesia mestinya punya solusi yang lebih baik. Bukan berarti kita boleh mengesampingkan hak2 dasar para penghuni lapas. Tetapi, gw ngerasa Indosesia sebenernya bisa kok, menjadi lebih baik lagi dari hanya sekedar menambah jumlah lapas dikarenakan jumlah penghuni lapas yang kian hari kian bertambah.