Showing posts with label Isi Kepala. Show all posts
Showing posts with label Isi Kepala. Show all posts

Friday, July 17, 2015

Comic8 Casino Kings part I ; Mini Review

Gue bisa bilang kalo kita wajib nonton part berikutnya dari film ini. Karena apa? Ada 2 alasan.

Yang pertama, kalo kita ga nonton part II-nya, kita bakalan ngelewatin part full action-nya.
Alasan yang kedua, kalo kita ga nonton part berikutnya, brarti kita cuma nonton bagian sampah dari keseluruhan film Casino Kings (CK).

Di situlah suksesnya film Comic8 : Casino Kings (CK) part I ini. Pengkondisian pilihan yang berat sebelah.

Buat yang berharap jalan cerita CK part I bakalan seseru Comic 8 pendahulunya, siap-siap kecewa. CK part I ga nyuguhin action yang padat, cerita yang kuat, twist yang ga terduga, dan kejutan-kejutan yang menyenangkan. CK part I hanya nampak seperti trailer, yang berdurasi 100 menit.

Thursday, June 18, 2015

Pertemuan Yang Spesial

One of my best true stories

Monday Stweetball adalah komunitas basket untuk umum yang main setiap senin dari jam 4 sampai jam 7 sore di lapangan ABC Senayan. Komunitas ini didirikan oleh Pandji Pragiwaksono, Richard Insane Latunusa, dan Joshua JFlow Matulessy. Komunitas basket pertama gue, komunitas yang banyak ngebantu gue jadi orang lebih baik lagi, lebih sehat lagi. Komunitas yang orang-orangnya sudah jadi sahabat, saudara.. keluarga bagi gue.

Komunitas ini adalah hasil dari ketemu Pandji ketika Tarung Tawa (acaranya Ernest) tanggal 26 Mei 2013 di Balai Kartini. Waktu gue ketemu Pandji setelah acara selesai, dia kasi gue info kalo tiap Senin, ada maen bareng basket di ABC Senayan, dan gue langsung girang karena gue kalo maen basket biasanya jauh, di Bogor atau Serang.

Sejak itu, gue sering main tiap senin bareng Monday Stweetball, walau dateng selalu telat karena gue harus kerja dulu seenggaknya sampe jam 5 sore.

Wednesday, December 31, 2014

Pencapaian Terbaik 2014 : Hari-hari Tanpa Rokok

Tibalah kita di penghujung tahun 2014. Biasanya, akan banyak pertanyaan dalam diri kita sendiri, apa saja yang sudah kita alami atau capai atau apapun di tahun 2014 ini.

Kalau gue sendiri, gue mau share tentang hari-hari paling menarik gue yang terjadi di tahun 2014. Hari-hari paling menarik buat gue di tahun 2014 ini adalah hari-hari dimana gue merasakan, dengan perlahan tapi pasti, kembalinya kebugaran fisik gue sebagai dampak dari berkurang–dengan signifikan-nya konsumsi rokok gue. Tahun 2014, bulan Februari tepatnya, gue mengurangi kebiasaan merokok gue. Drastis. Yang tadinya 1-2 bungkus perhari, jadi 1-2 bulan per bungkus. Ada beberapa, kebanyakan malah, hari tanpa rokok sama sekali. Dan gue mau pake kesempatan ini buat berbagi sama siapapun yang niat mau berenti merokok.

Tuesday, October 28, 2014

Tentang Susahnya Mencari Kerja


Foto itu gue ambil waktu abis sarapan tadi pagi. Alasan gue foto tu iklan lowongan beserta latar belakang abang mie ayam adalah, bahwa, pekerjaan itu ada dimana-mana ternyata. Hanya kadang kita yang kurang teliti mencarinya, atau kita yang terlalu gengsi, atau juga kita yang terlalu menilai tinggi pendidikan yang kita raih. Yang kemudian menuju sebuah kesimpulan, bahwa mencari pekerjaan itu adalah perkara yang sulit.

Monday, September 1, 2014

Hemat Bahan Bakar

Seperti yang udah kita semua ketahui, kenaikan bahan bakar minyak kemungkinan besar akan sulit dihindari. Dan kelihatannya pemerintah juga belum sanggup menambah supply di pasar tradisional, maupun supply kendaraan umum yang layak, yang semestinya mampu menahan laju kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Kalau gua dipaksa untuk pasrah sama keadaan semacam ini, jelas gua gak mau pasrah. Kesalahan pemerintah lah ketika mereka tidak bisa mengimbangi sebuah kebijakan dengan kebijakan lain sehingga menyulitkan masyarakat.

Monday, August 25, 2014

Sampah! (lagi)

“Kebersihan itu sebagian daripada iman”.

Kalimat seperti itu dah sering banget dibaca, sering banget didenger, dari sejak kecil. Namun entah kenapa, di jalanan, di tempat reksreasi, pokoknya nyaris dimanapun, selalu aja gua ketemu sama orang yang buang sampah sembarangan. Seolah kalimat diatas tu ya cuma sekedar kalimat aja. Kayak baca tulisan penunjuk jalan, kita baca belok kiri itu arah Sudirman, ya udah, udah tau kok kesitu arah Sudirman. Udah, gitu aja.

Buat gua yang biasa nenteng sampah kemana-mana sampe nemu tempat sampah, terus ngeliat orang buang sampah sembarangan, gua pasti ngehina tu orang dalem hati. Gua pasti ngebatin, “kalo lo bisa nenteng makanan kemana-mana, kenapa lo gak bisa nenteng bungkus makanan/sisa makanan itu, yang pasti lebih ringan beratnya dari sebelum makanannya dimakan, sampe akhirnya nemu tempat sampah?”. Apa segitu hinanya ya, nenteng2 kantong plastik penuh sampah hasil kita sendiri?.

Gua rasa sampah juga punya hak untuk diperlakukan sebagaimana mestinya. Ya dibuang ditempatnya bukan dibuang sembarangan.

Monday, July 28, 2014

Hari Kemenangan

Saat ini gw lagi ada ditengah2 kegembiraan malam menyambut hari kemenangan -bahasa kerennya kejebak macet. Betapa pemandangan disekeliling mencerminkan kegembiraan yang teramat sangat dalam menyambut datangnya hari kemenangan.

Buat gw, ramenya malem ini -yang sama kayak taun kemaren dan taun2 sebelumnya, nunjukin hal yg sama juga kayak taun kemaren dan taun2 sebelumnya. Kegembiraan menyambut hari kemenangan ini bukan hanya milik yang berperang melawan hawa nafsunya selama sebulan penuh saja, namun kemenangan ini juga milik mereka2 yg berada di 'sudut2 gelap' kota. Mereka yg sebulan penuh harus sembunyi2 berdagang, mereka yg nyaris sebulan penuh ditinggal pelanggannya tang mencari pahala berlipat ganda.

Miris? Nggak juga.. Itu realita yang ada. Entah siapa yang harus disalahkan selain diri sendiri.

Sekali lagi gw liat disekeliling. Iya, ini kemenangan umat manusia. Bukan hanya golongan tertentu.

Thursday, July 3, 2014

Alasan

Alasan adalah proses penyampaian kesimpulan dari data. Alasan, terdiri atas bukti (data), tuntutan (kesimpulan), dan pemikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju kesimpulan (Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional , Bandung. 1996).

Buat gw, alasan itu gak kalah penting dari hasil akhirnya. Alasan juga harus dapat dipertanggung-jawabkan. Alasan harus didukung data2 yang kuat dan akurat, sehingga apapun yang didasari oleh alasan tersebut, dapat dipertanggung-jawabkan sepenuhnya.

Seperti alasan gw pake helm tiap naik motor dan selalu bawa helm cadangan. Alasan gw pake helm, dan minta orang yang dibonceng sama gw JUGA pake helm, bukan karena takut ditilang, tapi jauuuh lebih kepada keamanan berkendara gw sendiri. Sepanjang tahun 2013, terdapat 93,578 kecelakaan lalu lintas (sumber : disini), yang berarti rata2 terjadi sekitar 256 kecelakaan lalulintas perharinya. Dan, sekitar 60% lebihnya adalah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Yang berarti rata2 terjadi 153 kecelakaan yang melibatkan sepeda motor perharinya.

Tuesday, June 10, 2014

Masih mau GOLPUT ataauuu...

Pemilu legislatif kemaren adalah pemilu pertama gw lagi, setelah pemilu tahun 1999 gw milih Partai Keadilan. Pemilu 1999 gw ikutan pas banget baru dapet KTP, pas banget banyak partai2 baru bermunculan.

Pertama2 gw mau ceritain kenapa dulu gw milih Partai Keadilan:
1. Tante gw orang Partai Keadilan,
2. Gw berharep ni partai beda dari yang laennya, lebih bersih. Karena gw anggep isinya orang2 yang kuat imannya.

Namun, gw kecewa. Ternyata kehadiran partai itu gak bawa perubahan yang meyakinkan buat Indonesia dimata gw. Makanya, gw mutusin untuk golput di pemilu2 berikutnya. Karena, setiap kali kampanye: manis, kenyataan setelah menjabat: pahit. Tambah lagi, gw kenalan sama SPI (Sistem Pemerintahan Islam) di tahun 2002, gw makin jauh dari sistem yang ada sekarang. Gw begitu percaya, bahwa cuma sebuah gerakan revolusi -seperti keruntuhan rezim Soeharto di 1998- yang mampu menyadarkan Indonesia, dan membawa Indonesia menuju perubahan yang baik. Dan gerakan revolusi yang gw maksud ialah, perubahan sistem pemerintahan ke sistem pemerintahan Islam.

Thursday, June 5, 2014

Jalan Kaki

Jalan kaki adalah salah satu hobi gw. Seringkali gw lebih nikmatin jalan kaki daripada naik kendaraan. FYI, jarak tempuh jalan kaki gw yang terjauh itu sekitar 15km (ini sih kepepet, keabisan duit ongkos.. hahaha). Tapi beneran, gw suka banget sama jalan kaki. Apalagi kalo lagi wisata kedaerah yang baru pertama kali gw sambangin. Pengennya jalaaaan terus sambil liat kanan kiri.

Di Jakarta juga, gw suka jalan kaki, apalagi di sepanjang jalan thamrin sampe sudirman sampe blok M, trotoarnya lega. Pemandangannya gedung2 tinggi, mobil2 bagus, sama cewek pake rok mini yang dibonceng naik motor (hahaha).

Monday, April 21, 2014

Ngerayain Hari Kartini Gak?

Harini gw denger, ada yang bilang kenapa bukan pejuang wanita seperti Tjut Nyak Dhien atau Martha Tiahahu atau Dewi Sartika dll yang tanggal lahirnya dijadiin Hari Besar Nasional. Dengan alasan bahwa RA Kartini tidak pernah mengangkat senjata melawan penjajah, dan lagi perjuangannya hanya di wilayah Jepara dan Rembang saja. Belum lagi, kenyataan bahwa Kartini adalah istri keempat dari bupati Rembang pada masa itu, seolah menunjukkan bahwa sosok Kartini adalah sosok yang pro-poligami sehingga berlawanan dengan pemikiran kaum feminis.

Kalo menurut gw, sederhana aja, jenis perjuangan yang dilakukan Kartini pada masanya berbeda dengan jenis perjuangan yang lainnya. Sementara yang lain memperjuangkan kemerdekaan tanah lahir mereka dari penjajah, Kartini memperjuangkan mimpinya akan kebebasan wanita untuk menuntut ilmu, untuk belajar, yang intinya, Beliau ingin wanita Jawa lebih maju.

Monday, March 24, 2014

Turun Tangan

Kampanye untuk PEMILU 2014 udah mulai berlangsung seminggu yang lalu. Di jalanan, di media, di dunia maya, bertebaran slogan2 yang mengajak kita untuk memilih sebuah partai, atau memilih pasangan pemimpin Indonesia kelak.

Dari sekian banyak slogan2 tersebut, ada satu slogan yang menarik perhatian gw, yaitu TURUN TANGAN. Slogan yang dipakai Anies Baswedan, yang berniat mencalonkan diri jadi RI1. Kenapa slogan itu menarik perhatian gw, karena, walaupun ide itu gak seger2 banget, ajakan untuk Turun Tangan itu brilian banget.

Tuesday, March 4, 2014

Diabetes Melitus

Taukah anda, bahwa lebih sekitar 371juta jiwa penduduk di dunia ini adalah penderita diabetes? Dan Indonesia menduduki peringkat ke-7 dengan jumlah sekitar 7,6juta jiwa penderita diabetes.

Diabetes Melitus (DM) atau penyakit kencing manis terjadi ketika kenaikan kadar gula darah (hiperglikemia) yang terus menerus yang disebabkan oleh gangguan metabolisme karbohidrat akibat gangguan insulin, dimana gangguan insulin ini bisa berupa tubuh kekurangan insulin atau tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Insulin dalam tubuh dihasilkan melalui pankreas. Apabila kadar gula meningkat, pankreas menghasilkan insulin. Dan apabila kadar gula menurun, pankreas akan menghasilkan glucagon.

Kadar gula dalam darah yang berlebihan terjadi ketika glukosa/gula gagal dikonversi menjadi energi, dimana insulin-lah yang menjadi kunci dari proses ini. Insulin, diibaratkan sebagai kunci pembuka pintu sel agar glukosa dapat masuk dan diubah menjadi energi.

Wednesday, January 8, 2014

Ayo Ngantrii..!

Ngantri dooong.. Judul salah satu film Warkop DKI itu emang pantes banget ditereakin ke muka banyak orang sekarang2 ni.

Nyambung dari tulisan gw beberapa waktu yang lalu tentang kemacetan Jakarta, yang salah satunya disebabin oleh prilaku berkendara para pengendara kendaraan bermotor. Gw lg pengen ngeungkapin pendapat gw tentang budaya mengantri yang semakin terkikis. Sebelumnya, cerita dulu dikit.

Gw kemaren makan bakso di Parung, pas mau bayar pas kasirnya lagi gak ditempatnya, jadi ya gw nunggu persis didepan meja kasir. Gak lama, dateng juga ibu2 yang berdiri disamping gw di depan meja kasir, sambil nanya ke gw, kasirnya lagi kemana. Begitu kasirnya udah balik lagi ketempatnya, dengan santai si ibu2 tersebut nyebutin pesenannya dia dan meja tempat dia duduk, tanpa permisi ke gw yang jelas2 sampe duluan dimeja kasir tersebut.

Sebelumnya, gw lagi ngantri mau ambil kunci loker disalah satu tempat rekreasi renang di Jakarta Utara. Pas gw sampe di depan meja petugasnya, ada ibu2 n bapak2 yang nyelonong kedepan meja petugas tanpa lewatin pembatas antrian itu. Gw protes doong, soalnya di petugasnya itu ngelayanin ibu2 n bapak2 penyerobot antrian itu. Eeh malah petugasnya bilang keg w, cuma sebentar doang pak, dan ibu2 n bapak2 itu melototin gw, walau gw gak yakin itu mata bisa melotot apa nggak.

Belon lagi yang ngantri di halte trans Jakarta. Saling serobot. Giliran udah kebagian paling depan, gak mau naik bus kalo gak kebagian duduk, yang ngantri dibelakang jadi susah mau naik busnya. Tambah lagi yang udah naik bus trans Jakarta. Maunya bediri deket pintu, ngalangin jalan.

Dan setiiiap harinya, gw selalu ketemu sama pengendara kendaraan bermotor, dari mulai angkutan kota, taksi, motor pribadi, mobil pribadi, dan seterusnya, yang memang gak doyan banget sama antri, motong jalur sana sini, ngambil jalur orang lain, lawan arah, naik trotoar, dll.

Monday, December 2, 2013

Buat Kamu.. yang bercita-cita pengen jadi Dokter..

Gw rasa, setiap pekerjaan pasti ada resikonya tersendiri. Dari yang resiko rendah sampe resiko tinggi. Besaran resiko juga tentunya mempengaruhi besaran pendapatan para pekerjanya.

Kalo gw, biasanya, pada saat gw akan berkecimpung disuatu bidang pekerjaan, gw bakalan mencoba untuk memahami, seperti apa resiko yang akan kita hadapi ketika kita memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut. Tujuannya adalah, untuk mengetahui apakah penghasilan yang gw dapet sebanding dengan resikonya? Dan pastinya untuk mengetahui, apakah gw sanggup menghadapi resiko2 yang akan gw hadapin.

Gw, yang memang menyukai tantangan, biasanya menilai resiko pekerjaan ini sebagai tantangan buat gw. Bagaimana gw memaksa kapasitas gw, kemampuan gw untuk menghadapi resiko2 tersebut. Dititik ini, gw diharapin untuk tidak mengeluh mengenai resiko yang gw hadapin, karena gw udah menyetujui perjanjian kerja, kontrak kerja, atau apapun namanya.

Tuesday, November 12, 2013

Rematik Fever

Beberapa waktu yang lalu, gw ngalamin sakit dipunggung tengah gw. Sakit yang gw rasain itu cukup berat, sampe2 gw susah banget bangun tidur. Sakitnya paling berasa banget kalo gw tidur malem dibawah jam 11, dan bangun setelah jam 5. Sakit ini berlangsung cukup lama, gw ngerasain sekitar 3 minggu lah, sampe akhirnya gw memutuskan untuk  pergi ke dokter tulang/orthopedic. Sampe di dokter, gw diminta untuk rontgen. Hasil rontgen ternyata menyebutkan tulang punggung gw gak bermasalah. Akhirnya dokter menyarankan gw untuk MRI, karena menurut dia, takutnya ada syaraf yang terganggu yang nyebabin punggung gw sakit. Berhubung MRI itu mahalnya setengah mati (untuk kasus gw, MRI yang rekomendasiin ama dokternya kalo ditotal sekitar 5 juta, harga RSCM), dan gw memutuskan untuk pending dulu (alias batal-gada duit).

Setelah sakit punggung itu, gw lumayan sering demam, naik turun. Gw pikir demam biasa, krn gw kecapean, atau keujanan. Tapi lama2 demam gw juga bikin sendi lengan kiri gw sakit, ngilu2 rasanya, dan sulit melakukan gerakan tertentu. Gw masih mikir itu pegel2 disebabkan karena demam tinggi gw. Lagi, gw cuma maksain istirahat aja, dan milih posisi tidur yang lebih baik. Namun, gak lama setelah sakit lengan gw hilang, demam gw yang masih naik turun nyebabin sakit di sendi tulang pangkal paha gw, yang bikin gw susah jalan. Sampe akhirnya gw mutusin buat periksa darah, karena gw curiga gw ada kena typhus.

Thursday, October 24, 2013

Fear

Beberapa waktu yang lalu, gw sempet liat iklan di youtube, iklan pertama yang gw tonton sampe abis, karena emang jalan ceritanya tampak menarik.
Kurang lebih ceritanya kayak gini:
Di suatu daerah di Thailand, ada seorang anak yang hanya tinggal bersama ibunya. Mereka, hidup dibawah garis kemiskinan, dan berdua saling membantu untuk mencari nafkah guna makan sehari2. Hingga pada suatu ketika, ibu dari anak tersebut jatuh sakit.
Melihat sang ibu sakit2an hingga tidak mampu beraktifitas seperti biasa, sang anak bertekad ingin membelikan obat untuk ibundanya, hanya saja uang yang dimiliki tidak cukup untuk membeli obat.
Seperti kebanyakan anak pada usianya, sang anak mencari cara termudah untuk bisa mendapatkan obat. Dan karena keterbatasannya sang anak memilih untuk mencuri obat dari apotik yang berada di daerah dimana sang anak tersebut mencari nafkah.
Namun sialnya, sang anak tertangkap tangan ketika sedang mencuri obat2an untuk ibunya, hingga dia dipukuli oleh pemilik toko obat dan beberapa warga yang kebetulan ada di toko tersebut.
Tidak jauh dari tempat anak tersebut dipukuli, seorang penjual mie melihat kejadian tersebut dari tokonya, dan kemudian datang untuk membantu sang anak tersebut dengan menghentikan pengeroyokan dan membayar obat yang dicuri sang anak. Sang penjual mie tersebut kemudian mengajak sang anak ke tokonya, dan setelah mengetahui maksud sang anak mencuri obat, penjual mie tersebut membungkuskan makanan untuk sang anak dan ibunya yang sedang sakit.

Thursday, August 22, 2013

Test Keperawanan.. Kenapa Nggak?

Baru2 ini muncul sebuah wacana yang membuat panas publik, terutama para perempuan: test keperawanan. Berbagai kritik hingga makian dilontarkan kepada para pencetus wacana tersebut. Namun entah kenapa, kali ini gw agak2 enggan ngikutin perkembangan berita tersebut. Selain karena isu seperti ini pernah dilontarkan dahulu, namun juga karena, buat gw, nampak seperti ada kabut manis tipis yang menutupi tujuan akhir dari isu tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama, pemilu sudah dekat. Kurang dari setahun kita akan berhadapan lagi dengan perhelatan besar 5 tahunan bangsa Indonesia. Berbagai isu seringkali dilemparkan ke publik menjelang pemilu berlangsung demi mengangkat suara partai maupun individu. Buat gw, tes keperawanan ini sangat ideal sekali untuk mengangkat suara partai maupun perorangan. Karena test semacam ini pasti akan menimbulkan reaksi yang sangat keras dari berbagai kalangan. Apalagi dengan tidak dapat dilakukannya test keperjakaan. Cocok!

Namun, katakanlah test keperawanan memang berhasil masuk undang2 dan dilaksanakan. Buat gw pribadi, boleh2 aja dilakukan. Kenapa nggak? Gender? Melanggar HAM?

Tuesday, August 20, 2013

Anemia Aplastik

Anemia Aplastic, adalah sebuah nama penyakit yang belum pernah gw denger sebelumnya, sampe akhirnya ada tante gw yang meninggal karena penyakit tersebut.

Anemia aplastic adalah penyakit yang disebabkan karena gagalnya sumsum tulang belakang memproduksi sel darah baru. Kegagalan produksi ini antara lain disebabkan oleh virus, paparan bahan kimia, radiasi. Bisa juga terjadi karena pemakaian obat2an dalam jangka waktu yang lama.
Kegagalan produksi sel darah baru ini bukan hanya terjadi pada sel darah merah saja, namun juga terjadi pada sel darah putih dan platelet. Ibarat kata, ini bisa disebut sebagai salah satu serangan sapu jagad terhadap tubuh.

Ketika sumsum tulang belakang gagal memperbaharui sel darah merah yang semestinya diperbaharui setiap 120 hari sekali, maka kadar hemoglobin dalam darah akan menurun drastis, padahal hemoglobin sendiri berfungsi sebagai carrier oksigen dalam darah, sehingga menyebabkan penyakit anemia. Kemudian, sumsum tulang belakang pun gagal memproduksi sel darah putih yang semestinya diperbaharui setiap hari sekali. Padahal, sel darah putih bertanggung  jawab penuh terhadap system imunitas tubuh. Dan kegagalan produksi masih belum berenti sampai disitu. Platelet, yang berfungsi membantu penyembuhan luka dan mencegah pendarahan dengan membentuk gumpalan darah, gagal diperbaharui, padahal semestinya diperbaharui setiap 6 hari sekali. Kondisi ini disebut sebagai pancytopenia, keadaan yang tante gw alamin selama 3 bulan sebelum akhirnya beliau meninggal dunia.

Saking kacaunya sirkulasi darah yang terjadi pada penderita anemia aplastic, ketika jantung berhenti, tidak dianjurkan untuk melakukan CPR, karena bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah.


Anemia Aplastik, termasuk salah satu penyakit yang mengerikan buat gw. Nggak menular n nggak menurun (kata dokter). Namun memungkinkan untuk disembuhkan dengan cara transfusi darah rutin, dan transplantasi sumsum tulang.

Thursday, July 25, 2013

Mau Jakarta Bebas Macet?

Kena macet di Jakarta itu bukan hal yang aneh lagi. Bisa dibilang, bukan Jakarta namanya kalo gak macet. Setiap hari, hampir semua pengguna jalanan di Jakarta mengeluhkan kemacetan yang harus dihadapi.
Kemacetan lebih banyak terjadi akibat penyempitan ruas jalan, yang tadinya 4 jalur kemudian menjadi 2 jalur, yang tadinya 2 jalur menjadi 1 jalur. Penyempitan ini menyebabkan efek leher botol. Biasanya orang2 banyak menyalahkan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan jumlah jalanan yang sudah ada. Yang pada akhirnya mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk terus melakukan pengembangan, seperti membangun jalur2 baru dalam bentuk flyover maupun underpass, menyiapkan alat transportasi masal yang layak, dan juga membuat peraturan2 seperti 3 in 1, ganjil genap (yang entah kapan realisasinya) dll.