Thursday, July 3, 2014

Alasan

Alasan adalah proses penyampaian kesimpulan dari data. Alasan, terdiri atas bukti (data), tuntutan (kesimpulan), dan pemikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju kesimpulan (Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional , Bandung. 1996).

Buat gw, alasan itu gak kalah penting dari hasil akhirnya. Alasan juga harus dapat dipertanggung-jawabkan. Alasan harus didukung data2 yang kuat dan akurat, sehingga apapun yang didasari oleh alasan tersebut, dapat dipertanggung-jawabkan sepenuhnya.

Seperti alasan gw pake helm tiap naik motor dan selalu bawa helm cadangan. Alasan gw pake helm, dan minta orang yang dibonceng sama gw JUGA pake helm, bukan karena takut ditilang, tapi jauuuh lebih kepada keamanan berkendara gw sendiri. Sepanjang tahun 2013, terdapat 93,578 kecelakaan lalu lintas (sumber : disini), yang berarti rata2 terjadi sekitar 256 kecelakaan lalulintas perharinya. Dan, sekitar 60% lebihnya adalah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Yang berarti rata2 terjadi 153 kecelakaan yang melibatkan sepeda motor perharinya.


Iya, banyak banget.

Kebanyakan yang gw temuin di jalanan, baik itu temen sendiri maupun orang lain, mereka berdalih : “kalo kita hati2, ya bisa lah menghindari kecelakaan”. Harusnya mereka sadari, bahwa tidak semua pengguna jalanan sama berhati2nya seperti kita. Justru sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang terjadi justru disebabkan oleh kelalaian pengendara lainnya. Kita sudah hati2, yang lain kurang hati2 dan akhirnya melibatkan kita dalam sebuah kecelakaan.

Itulah sebabnya kenapa gw pake helm kalo kemana2 naik motor, gw pake sabuk pengaman kalo kemana2 naik mobil, gw gak lepas sabuk keselamatan di pesawat sampe lampu indikatornya mati. Bukan karena gw sok kaku, sok menaati peraturan. Tapi terlebih karena gw menjaga diri gw dari kelalaian orang lain selain menjaga diri gw dari kelalaian diri gw sendiri.

Jadi menurut gw, dalam mengambil suatu keputusan, ada baiknya kita melihat kembali alasan2 mengapa kita mengambil keputusan tersebut. Apakah alasan kita itu didukung oleh data yang kuat dan valid atau tidak, apakah data2 tersebut dapat dipertanggung-jawabkan atau tidak. Apakah alasan kita itu memiliki kesimpulan yang terarah atau tidak, apakah kesimpulan tersebut sesuai dengan yang kita inginkan apa tidak.


Jadi kalo misalnya gw cuma denger apa kata kebanyakan orang, gw ikut2an kebanyakan orang, gw percaya sama data2 yang gak valid dan gak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya, gw gak peduli sama hasil akhir yang akan terjadi nantinya, mungkin gw bakalan pake helm kalo ada polisi doang. Gw gak usah pusing mikirin orang yang gw bonceng pake helm apa ngga.

No comments:

Post a Comment