Alasan adalah proses
penyampaian kesimpulan dari data. Alasan, terdiri atas bukti (data), tuntutan
(kesimpulan), dan pemikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju
kesimpulan (Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl
L. Komunikasi Bisnis dan Profesional , Bandung. 1996).
Buat gw, alasan itu gak kalah penting dari hasil akhirnya. Alasan juga
harus dapat dipertanggung-jawabkan. Alasan harus didukung data2 yang kuat dan
akurat, sehingga apapun yang didasari oleh alasan tersebut, dapat
dipertanggung-jawabkan sepenuhnya.
Seperti alasan gw pake helm tiap naik motor dan selalu bawa helm
cadangan. Alasan gw pake helm, dan minta orang yang dibonceng sama gw JUGA pake
helm, bukan karena takut ditilang, tapi jauuuh lebih kepada keamanan berkendara
gw sendiri. Sepanjang tahun 2013, terdapat 93,578 kecelakaan lalu lintas
(sumber : disini), yang berarti rata2 terjadi sekitar 256 kecelakaan lalulintas
perharinya. Dan, sekitar 60% lebihnya adalah kecelakaan yang melibatkan sepeda
motor. Yang berarti rata2 terjadi 153 kecelakaan yang melibatkan sepeda motor perharinya.
Iya, banyak banget.
Kebanyakan yang gw temuin di jalanan, baik itu temen sendiri maupun
orang lain, mereka berdalih : “kalo kita hati2, ya bisa lah menghindari
kecelakaan”. Harusnya mereka sadari, bahwa tidak semua pengguna jalanan sama
berhati2nya seperti kita. Justru sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang terjadi
justru disebabkan oleh kelalaian pengendara lainnya. Kita sudah hati2, yang
lain kurang hati2 dan akhirnya melibatkan kita dalam sebuah kecelakaan.
Itulah sebabnya kenapa gw pake helm kalo kemana2 naik motor, gw pake
sabuk pengaman kalo kemana2 naik mobil, gw gak lepas sabuk keselamatan di pesawat
sampe lampu indikatornya mati. Bukan karena gw sok kaku, sok menaati peraturan.
Tapi terlebih karena gw menjaga diri gw dari kelalaian orang lain selain
menjaga diri gw dari kelalaian diri gw sendiri.
Jadi menurut gw, dalam mengambil suatu keputusan, ada baiknya kita
melihat kembali alasan2 mengapa kita mengambil keputusan tersebut. Apakah alasan
kita itu didukung oleh data yang kuat dan valid atau tidak, apakah data2
tersebut dapat dipertanggung-jawabkan atau tidak. Apakah alasan kita itu
memiliki kesimpulan yang terarah atau tidak, apakah kesimpulan tersebut sesuai
dengan yang kita inginkan apa tidak.
Jadi kalo misalnya gw cuma denger apa kata kebanyakan orang, gw ikut2an
kebanyakan orang, gw percaya sama data2 yang gak valid dan gak bisa
dipertanggung-jawabkan kebenarannya, gw gak peduli sama hasil akhir yang akan
terjadi nantinya, mungkin gw bakalan pake helm kalo ada polisi doang. Gw gak
usah pusing mikirin orang yang gw bonceng pake helm apa ngga.
No comments:
Post a Comment