Monday, September 1, 2014

Hemat Bahan Bakar

Seperti yang udah kita semua ketahui, kenaikan bahan bakar minyak kemungkinan besar akan sulit dihindari. Dan kelihatannya pemerintah juga belum sanggup menambah supply di pasar tradisional, maupun supply kendaraan umum yang layak, yang semestinya mampu menahan laju kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Kalau gua dipaksa untuk pasrah sama keadaan semacam ini, jelas gua gak mau pasrah. Kesalahan pemerintah lah ketika mereka tidak bisa mengimbangi sebuah kebijakan dengan kebijakan lain sehingga menyulitkan masyarakat.

Tapi bukan berarti gua juga mau bergantung sepenuhnya sama kebijakan pemerintah juga. Gua juga harus siapin strategi menghadapi masa sulit. Seperti, berdoa semoga gaji naik sepadan dengan kenaikan harga-harga di pasar, dan kenaikan harga transportasi (ha-ha-ha).

Dan gua juga mau bagi-bagi sedikit tips, biar kita bisa menghemat pemakaian bahan bakar.
  1. Pastikan ban kita tidak kekurangan angin, karena beban yang ditahan oleh ban kendaraan kita cukup mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Penggunaan ban jenis low rolling resistance dipastikan mampu mengirit konsumsi bahan bakar kendaraan. Kurangi beban kendaraan, seperti bagasi tambahan hingga barang-barang yang tidak diperlukan. Design aerodinamis kendaraan juga dimaksudkan untuk penghematan konsumsi bahan bakar.
  2. Hindari kebut-kebutan, mainin gas, akslerasi mendadak, dan mengerem mendadak. Kita ni di jalanan umum, bukan lagi balapan.
  3. Hindari menyalakan kendaraan ketika sedang berhenti/parkir. Menyalakan mesin ketika sedang parkir, berarti kita telah membuang bahan bakar dari 1 hingga 2 liter perjamnya (tergantung besarnya mesin dan penggunaan AC).
  4. Hindari manasin mesin kendaraan. Hari gini udah gak jaman pake acara manasin mesin kendaraan. Kendaraan modern, bisa langsung jalan dalam hitungan detik sejak mesinnya dinyalain. Lagian, cara paling baik manasin kendaraan ya sambil jalan.

(sumber: disini)

Pada dasarnya, kenaikan harga BBM ini pasti bakalan terjadi, cepat atau lambat. Selain pemerintah yang harus tanggung jawab sama apapun dampak yang terjadi dari kenaikan tersebut, kita juga bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, dan keluarga kita. Pandai-pandai atur strategi menghadapi masa-masa yang kita anggap sulit.

Gua sih pengennya bilang gini ya : “Jangan maksain punya kendaraan kalo emang belum siap bayarin bahan bakarnya dan juga perawatannya agar selalu ramah lingkungan.” Tapi ya, pemerintah kita ni belon bisa nyediain sarana transportasi umum yang layak buat warganya. Jadi… gua ngomongnya dalem hati aja deh… “jangan maksain kalo belum mampu.”


Cheers!!

No comments:

Post a Comment