Monday, March 24, 2014

Turun Tangan

Kampanye untuk PEMILU 2014 udah mulai berlangsung seminggu yang lalu. Di jalanan, di media, di dunia maya, bertebaran slogan2 yang mengajak kita untuk memilih sebuah partai, atau memilih pasangan pemimpin Indonesia kelak.

Dari sekian banyak slogan2 tersebut, ada satu slogan yang menarik perhatian gw, yaitu TURUN TANGAN. Slogan yang dipakai Anies Baswedan, yang berniat mencalonkan diri jadi RI1. Kenapa slogan itu menarik perhatian gw, karena, walaupun ide itu gak seger2 banget, ajakan untuk Turun Tangan itu brilian banget.

Tuesday, March 4, 2014

Diabetes Melitus

Taukah anda, bahwa lebih sekitar 371juta jiwa penduduk di dunia ini adalah penderita diabetes? Dan Indonesia menduduki peringkat ke-7 dengan jumlah sekitar 7,6juta jiwa penderita diabetes.

Diabetes Melitus (DM) atau penyakit kencing manis terjadi ketika kenaikan kadar gula darah (hiperglikemia) yang terus menerus yang disebabkan oleh gangguan metabolisme karbohidrat akibat gangguan insulin, dimana gangguan insulin ini bisa berupa tubuh kekurangan insulin atau tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Insulin dalam tubuh dihasilkan melalui pankreas. Apabila kadar gula meningkat, pankreas menghasilkan insulin. Dan apabila kadar gula menurun, pankreas akan menghasilkan glucagon.

Kadar gula dalam darah yang berlebihan terjadi ketika glukosa/gula gagal dikonversi menjadi energi, dimana insulin-lah yang menjadi kunci dari proses ini. Insulin, diibaratkan sebagai kunci pembuka pintu sel agar glukosa dapat masuk dan diubah menjadi energi.

Wednesday, January 8, 2014

Ayo Ngantrii..!

Ngantri dooong.. Judul salah satu film Warkop DKI itu emang pantes banget ditereakin ke muka banyak orang sekarang2 ni.

Nyambung dari tulisan gw beberapa waktu yang lalu tentang kemacetan Jakarta, yang salah satunya disebabin oleh prilaku berkendara para pengendara kendaraan bermotor. Gw lg pengen ngeungkapin pendapat gw tentang budaya mengantri yang semakin terkikis. Sebelumnya, cerita dulu dikit.

Gw kemaren makan bakso di Parung, pas mau bayar pas kasirnya lagi gak ditempatnya, jadi ya gw nunggu persis didepan meja kasir. Gak lama, dateng juga ibu2 yang berdiri disamping gw di depan meja kasir, sambil nanya ke gw, kasirnya lagi kemana. Begitu kasirnya udah balik lagi ketempatnya, dengan santai si ibu2 tersebut nyebutin pesenannya dia dan meja tempat dia duduk, tanpa permisi ke gw yang jelas2 sampe duluan dimeja kasir tersebut.

Sebelumnya, gw lagi ngantri mau ambil kunci loker disalah satu tempat rekreasi renang di Jakarta Utara. Pas gw sampe di depan meja petugasnya, ada ibu2 n bapak2 yang nyelonong kedepan meja petugas tanpa lewatin pembatas antrian itu. Gw protes doong, soalnya di petugasnya itu ngelayanin ibu2 n bapak2 penyerobot antrian itu. Eeh malah petugasnya bilang keg w, cuma sebentar doang pak, dan ibu2 n bapak2 itu melototin gw, walau gw gak yakin itu mata bisa melotot apa nggak.

Belon lagi yang ngantri di halte trans Jakarta. Saling serobot. Giliran udah kebagian paling depan, gak mau naik bus kalo gak kebagian duduk, yang ngantri dibelakang jadi susah mau naik busnya. Tambah lagi yang udah naik bus trans Jakarta. Maunya bediri deket pintu, ngalangin jalan.

Dan setiiiap harinya, gw selalu ketemu sama pengendara kendaraan bermotor, dari mulai angkutan kota, taksi, motor pribadi, mobil pribadi, dan seterusnya, yang memang gak doyan banget sama antri, motong jalur sana sini, ngambil jalur orang lain, lawan arah, naik trotoar, dll.

Thursday, December 5, 2013

Untuk Sekali Ini dan Selamanya

Aku menatapnya lurus-lurus, bertanya dalam hati, mengapa dia butuh waktu lama untuk mencerna isi tulisan yang aku berikan kepadanya. Apakah mungkin bahasaku terlalu sulit dipahami, ataukah permintaanku terlalu sulit untuk dipenuhi.
Aku tak lagi menatap wajahnya, kini pandanganku beralih ke lengannya yang berhiaskan bilur-bilur biru. Kemudian perlahan aku kembali menatap wajahnya, yang juga ternyata berhiaskan hal yang sama seperti lengannya, meski jauh lebih sedikit.
Karina menyadari sapuan tatapanku dan kemudian berusaha menutupi hal-hal yang menurutnya bukan urusanku, meski dapat kukatakan usahanya sangat sia-sia mengingat jenis pakaian yang ia pakai hari ini.

Monday, December 2, 2013

Buat Kamu.. yang bercita-cita pengen jadi Dokter..

Gw rasa, setiap pekerjaan pasti ada resikonya tersendiri. Dari yang resiko rendah sampe resiko tinggi. Besaran resiko juga tentunya mempengaruhi besaran pendapatan para pekerjanya.

Kalo gw, biasanya, pada saat gw akan berkecimpung disuatu bidang pekerjaan, gw bakalan mencoba untuk memahami, seperti apa resiko yang akan kita hadapi ketika kita memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut. Tujuannya adalah, untuk mengetahui apakah penghasilan yang gw dapet sebanding dengan resikonya? Dan pastinya untuk mengetahui, apakah gw sanggup menghadapi resiko2 yang akan gw hadapin.

Gw, yang memang menyukai tantangan, biasanya menilai resiko pekerjaan ini sebagai tantangan buat gw. Bagaimana gw memaksa kapasitas gw, kemampuan gw untuk menghadapi resiko2 tersebut. Dititik ini, gw diharapin untuk tidak mengeluh mengenai resiko yang gw hadapin, karena gw udah menyetujui perjanjian kerja, kontrak kerja, atau apapun namanya.